Malam..
Saat hari menjelang malam
Saat matahari mulai tenggelam
Saat burung-burung kembali ke sarang
Saat itu pun aku masih memikirkan dirimu
Entahlah kamu itu siapa yang selalu hinggap
dipikiranku
Langit malam memang indah, penuh pesona
untuk memandangnya
Seperti dirimu yang mempesona meluluhkan
hati para wanita tapi sayang, hidupmu terlalu
arogan
Yang terlalu memuji betapa indahnya dirimu
hingga kau tak menyadari tentang perasaanmu
sendiri
Jika hidup ini hanya untuk sebatas mengenal
lalu mengapa wanita itu bisa menyukaimu?
Bila perkenalan tak membawamu pada sebuah
pendekatan lalu mengapa wanita itu
menyukaimu?
Ketika kau mengucapkan kata 'agar tak
menyakiti' rupanya kau pura-pura tak
menyadari bahwa aku yang telah kau sakiti
Sebuah kenangan tak menggoyahkan prinsip
hidupmu itu
Kenangan tak berarti apa-apa bagimu
Kenangan hanyalah sebuah kenangan yang tak
mungkin menjadi sebuah masa depan
Ya ku rasa masa depanmu akan indah jika aku
telah melupakan kenangan itu
Jangan menyentuh hati seseorang jika kau
hanya ingin mendapatkan kenyamanan
Dan pada akhirnya kau akan meninggalkan hati
itu tanpa ada kata perpisahan, bukankah kau
memiliki hati juga?
Kau pun pernah merasakan hati tersakiti,
bagaimana rasanya? Perih, sesak..
Seperti ribuan pisau menancap di hati, sakit.
Tentang wanita itu,
wanita yang menyukaimu dan mungkin akan
menyayangimu
Kau telah menyentuh hatinya hingga ia dapat
berkata dia menyukaimu
Kau yang memberinya kenyamanan hingga di
dalam hatinya telah tumbuh rasa suka
Sejujurnya aku merasa cemburu karena
perhatianmu beralih ke wanita itu
Namun kau tak menyadari ucapanmu menjadi
bumerang bagimu, kau ber-munafik.
Kau anggap dirimu telah tumbuh dewasa
Dapat merasakan apa yang para orang tua
rasakan
Rasanya itu seperti macam lelucon, berkata
seperti itu menjadi bahan tertawaan bagiku
sebab didalam dirimu masih seperti bocah
remaja yang tak mengerti apa itu ketulusan
Aku berkata seperti ini bukan karena aku
membencimu tapi karena aku terlalu
menyayangimu
Aku tak mau kau jatuh ke dalam lubang ke-
munafik-an yang penuh kebencian dari orang-
orang yang telah kau sakiti
Sadarlah sayang, kau harus menghargai hati
wanita
Seperti ayahmu yang menghargai hati ibumu
Jika kau selalu menolak apa yang kau rasakan
maka hatimu akan terus membeku
Bila kau selalu mengabaikan perasaan orang
lain maka bukan perhatian yang kau dapatkan
melaikan kebencian yang kau tak ketahui
Wanita yang telah menjatuhkan hatinya
padamu, berharap kau pun sama sepertinya
Aku sebagai seseorang yang pernah berada
diposisi wanita itu hanya ingin kau tak
mengulangi kesalahan itu lagi, maka sayangilah
wanita itu dan terimalah cintanya
Aku tak mau nasib cinta wanita itu seperti
nasib cintaku yang menggantung karena dirimu
tak sudi menatapku kembali
Ingatlah rasa sukaku padamu yang tak akan
habis ini, mungkin wanita itu pun akan sama
sepertiku yang selalu menyukaimu apa adanya..
"Sebatas mengenal, tak terlalu dekat agar tak
menyakiti"
Aku rasa kamu telah ber-munafik ☺
Jumat, 01 Agustus 2014
Aku Rasa Kau Bermunafik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
yuuk berkomentar